Sabtu, 02 Juli 2016

Hilang

2 tahun terlalu singkat
Terlalu banyak waktuku sia-sia
Hanya untuk memandangi rupanya
Ah, sial benar aku ini!

Apakah selamanya seperti ini?
Setiap waktu kuingat dia
Usaha berbicara lama kucoba
Ah, lagi-lagi dia tidak menggubris!

Sayang Tuhan berlaku lain
Kini ia telah hilang
Entah dimana lagi dia
Kembali? Itu berarti sebuah tragedi bagiku!

Puisi ini untuk dia ditanggal 25 bulan April

2/07/16

Hujan : Antara persahabatan & cinta

"Tentang Persahabatan. Tentang Cinta. Tentang Melupakan. Tentang Perpisahan. Tentang Hujan"

Pertama kali aku melihat buku ini ketika sedang pergi berlibur bersama keluarga di Jakarta. Dan saat kulihat Cover bukunya...Hmm sederhana tapi menarik dilihat. Tanpa berpikir panjang maka aku pun membawa buku ini ke kasir dan membayarnya.

Sesampainya di Hotel tempat kami sekeluarga menginap, segera aku membuka halaman pertama dengan rasa penasaran. Kira-kira apa tema yang akan dibawakan Tere Liye kali ini?  Awalnya kukira sekedar kisah romantis, karena banyak Novel yang memakai kata "Hujan" dan isinya kadang tentang kisah cinta sepasang muda-mudi.

Oh, ternyata lebih dari itu. "Hujan" merupakan kisah tentang petualangan seorang gadis yang sudah Yatim Piatu di umurnya yang ke 12. Latar waktunya sendiri kira-kira tahun 2040-2050, masa dimana Manusia ke 10 Milyar baru saja dilahirkan. Alkisah Lail, nama gadis itu hidup sebatang kara setelah kedua orangtuanya tewas dalam sebuah bencana besar yang melanda Kota tempat tinggalnya. Kebingungan dan ketakutan mulai merasukinya. Tapi mulai disinilah kisah Lail bermula.

Setelah tinggal di Kamp pengungsian, ia bertemu dengan Esok dan Maryam, yang kelak akan sangat mempengaruhi perjalanan hidupnya dalam menghadapi masa-masa sulit itu. Esok sendiri dikisahkan pintar dan berani, sementara Maryam (yang akhirnya menjadi sahabatnya) memiliki watak Rajin dan setia kawan. 

***
Aku tidak akan menceritakan semuanya secara detil, hanya beberapa adegan penting saja yang akan kutuliskan kali ini.

Loncat agak jauh, setelah Lail bertemu Maryam dan Esok akhirnya ia pun kembali bersekolah hingga akhirnya mereka (Lail dan Maryam) lulus dan mulai bekerja sebagai Regu penyelamat bencana. Sayang, ia harus berpisah lama dengan Esok karena ia dipanggil oleh pemerintah dan akhirnya terpaksa menetap di Ibukota. Lail sendiri tidak tahu apa yang sedang dilakukan Esok, hingga akhirnya ia mengunjungi teman lamanya itu. Dan betapa terkejutnya Lail karena Esok ternyata ditugaskan untuk membuat sebuah kapal yang dapat menyelamatkan kelangsungan hidup umat Manusia!

Setelah itu, kisah lain mulai bermula. Seperti yang ada diatas, Novel ini tidak hanya sekedar kisah Cinta. Akan ada cerita dimana Lail harus memilih, sehingga terciptalah babak perpisahan. Dan tentang Hujan, disanalah semuanya berasal.

Kekuranganya. Novel ini tidak memiliki Ilustrasi, sehingga penggambaran tokoh harus dilakukan secara Imajinatif oleh pembaca. Lalu, Endingnya sendiri kalau menurutku sedikit menggantung dan malah membuat pembaca penasaran bagaimanakah kelanjutan kisah antara Lail dan Esok.

Anyway, meskipun begitu Novel ini sendiri cukup bagus dan sangat aku rekomendasikan, apalagi bagi para penggemar karya Tere Liye. Didalamnya kalian akan menemukan perasaan antara Cinta dan persahabatan secara bertahap, sehingga kalian tidak akan cepat bosan bila tertarik membaca Novel "Hujan" ini.

Rating Buku : 4.5/5
Chapter terbaik : Saat dimana Lail pertama kali bertemu dengan Esok.

Sumber Quote : goodreads.com