Rabu, 21 Mei 2014

Soekarno dan Blok Timur

Bagi Rakyat Indonesia, nama Soekarno seperti sudah melekat di dalam tubuhnya. Bagaimana tidak? Soekarno adalah Pahlawan Proklamasi dan Presiden pertama Republik Indonesia. Selain dikenal di negeri sendiri, Soekarno juga dikenal di Dunia. Ingin bukti? buktinya, adanya jalan Ahmed Soekarno di Maroko. Selain itu, ada pula Soekarno Square di Pakistan. Masih banyak lagi nama-nama tempat yang diambil dari nama Presiden pertama kita ini.

Selain dinamakan nama jalan dan tempat, rupanya Soekarno juga berhubungan dengan baik dengan Blok Timur dan Barat. Di mata orang Korea Utara dan Kuba, Indonesia dikenal sebagai "saudara" jauh mereka. Dan berikut, beberapa cerita tentang keakraban Soekarno dan para pemimpin Blok Timur :

KIMILSUNGIA DAN SOEKARNO (KOREA UTARA)





Di Korea Utara, Indonesia dikenal baik oleh rakyatnya. Keakraban ini tak pernah terjadi andaikan Soekarno tidak pernah memberikan Kim Il Sung, Bapak Negara Korea Utara sebuah bunga nasional Korea Utara. Ya, bunga nasional negeri ini berasal dari Indonesia.

Ceritanya, Soekarno mengajak Kim ke Taman Botani di Bogor. Di sana, Kim diajak berkeliling sambil melihat berbagai macam bunga dan tumbuhan. Saat sedang melihat-lihat, ia tertarik pada sebuah bunga yang menurutnya sangat indah. Melihat bahwa Kim senang dengan bunga itu, ia pun berisi keras bahwa bunga itu harus diberi nama sesuai nama Kim. Maka, bunga itu diberi nama Kimilsungia, singkatan dari Kim Il Sung Indonesia.

 Bunga Kimilsungia


Puas akan itu, ia pun membawa bunga itu ke Korea Utara, dan menjadikanya bunga nasional negara tersebut.Kim pun mengundang balik temanya itu. Maka, Soekarno pun balik mengunjungi temanya itu. Ia disambut di Pyongyang, Ibukota Korea Utara dan disambut dengan meriah dengan pawai dan sambutan yang cukup meriah.

MASJID BIRU SOVIET (UNI SOVIET)



Di Uni Soviet, Soekarno dikenal saat ia meresmikan Masjid Biru pertama di Negara Komunis itu. Sesaat setelah disambut dengan meriah, ia bertemu Nikita Kruschev, yang saat itu menjabat sebagai presiden Soviet. Indonesia juga diberikan peralatan militer tercanggih saat itu.

Saat sedang berkeliling ke Kota Leningrad (St.Petersburg) ia terkejut melihat sebuah bangunan yang ia kira sebuah Gudang Senjata. Ternyata, itu adalah masjid yang diubah menjadi Gudang Senjata! Ia pun meminta para pengawal untuk mengantarkanya ke gedung itu. Sayang, ia tak diperbolehkan. Saat bertemu Kruschev, ia menyinggung soal Masjid indah itu yang dijadikan gudang senjata. Maka, ia pun meminta dengan halus merubah kembali fungsi bangunan itu menjadi Masjid kembali.

Setelah kembali ke Indonesia, Soekarno mendapat kabar bahwa Masjid itu kembali dibuka Pemerintah Soviet. Ya, Negara Komunis itu membuka kembali Masjid indah itu.

Kini, para wisatawan Indonesia yang sedang berkunjung ke St.Petersburg, terutama mereka yang muslim, mereka sering berkunjung ke Masjid itu. Itulah Masjid Biru Soekarno, satu-satunya Masjid di Soviet kala itu.

Masjid Biru St.Petersburg

CHE DAN SOEKARNO (KUBA)


Di Kuba, nama Soekarno begitu terkenal. Ia dikenal karena bersahabat dengan Che Guevara, dan menjadi Kepala Negara pertama yang mengunjungi negeri itu pasca Revolusi Fidel Castro. Che adalah teman Fidel Castro saat Revolusi Kuba. Di negara itu, Soekarno disambut dengan meriah, dan dibawa berkeliling Havana, Ibukota Kuba. Ia dan Fidel tampak akrab. Di jalan-jalan Kuba, ia didadahi ribuan rakyat Kuba yang menanti kunjunganya ke satu-satunya Negara Komunis di Amerika Selatan itu.


TIRAI BAMBU MENYAMBUT BUNG KARNO (CHINA)


Di Negara ini, Soekarno bak disambut Pemimpin Dunia lainya. Rakyat China memberinya bunga dan bergantian ingin menjabat tanganya. Di sana, ia dijamu oleh Pemimpin RRC saat itu, Mao Zedong. 

TITO DAN SOEKARNO (YUGOSLAVIA)


Di Yugoslavia, Soekarno diajak berkeliling Belgrade, Ibukota Negara tersebut. Temanya yang sekaligus Pemimpin Yugoslavia Josip Broz Tito, sering mengajaknya ke Bar paling terkenal di Kota itu. Di sana, Tito sudah tau bahwa Soekarno tidak akan minum minuman keras. Soekarno sering memesan air limun saja. Mereka berdua kadang sering berjam-jam duduk di Bar itu sambil mengobrol tentang politik Dunia saat itu. Keduanya tampak akrab, walaupun mereka berdua berbeda faham Politik.



Jadi, itulah beberapa kisah menarik tentang Soekarno dan para Pemimpin Blok Timur. Walau berbeda latar belakang politik, Soekarno sangat akrab dengan sahabat-sahabatnya itu. Semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan ya :)